Wednesday, December 24, 2008

Karakter seseorang termulai dari saat dia kecil

Aku sadar setiap manusia memiliki suatu karakter, tidak begitu saja muncul ketika mereka lahir, tapi itu semua tercipta dari didikan dan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua mereka.

Karakter itu akan terbentuk, dari bagiamana orang tua mereka memperlakukan mereka, ada yg mungkin kecilnya dapat mentally abuse, atau sering di down-kan oleh orang tua mereka, tanpa orang tua mereka sadari, ada juga yang justru sebaliknya sehingga menjadi orang yang kuat mental.

Aku memang interested terhadap hal2 yang berhubungan dengan phsycology dan law enforcement, sempat ingin mengambil jurusan itu di kuliah, tapi tidak diijinkan oleh ayah, katanya tidak punya masa depan yang cerah, tapi aku tidak pernah menyesal tidak mengambil jurusan itu, karena aku sadari, aku orang yang tidak pernah stop berpikir ketika melihat karakter manusia, dan itu bisa membuat aku tidak bisa tidur kenapa orang ini begini, kenapa orang ini begitu, jadi aku bersyukur aku tidak pernah mengambil jurusan itu yang dimana bahasannya lebih mendalam dan mendetail.

Anyway, karena aku mempunya ketertarikan terhadap hal2 yg berhubungan dengan mengapa seseorang bisa berbuat begini atau begitu, dan ketika aku datang ke America, ternyata disini ada channel yang namanya trutv, yang dimana channel ini terfokus tentang case2 kejadian yang mengapa seseorang membunuh seseorang, dan diceritakan bagaimana, dan bagaimana polisi bisa menangkap pembunuhnya, aku sangat tertarik bagaimana evidence bisa membuat orang tertangkap. Tapi yang membuat aku lebih tertarik lagi adalah alasan mengapa mereka bisa membunuh seseorang, kalau membunuh stranger mungkin hal yang bisa dimaklumi karena tidak ada hubungan sama sekali, sehingga bisa dikata seperti tidak ada perasaan kasian dsbgnya, tapi kalau membunuh anggota keluarga, pastinya ada alasan yang sangat kuat ketika seseorang bisa membunuh anggota keluarganya sendiri.

Setelah banyak membaca dan melihat kenyataan2 yang pernah ada, mereka biasanya sakit hati atau greedy, misalnya istri yang greedy sama uang, akhirnya membunuh suaminya, atau anak2 yang sakit hati sama orang tua mereka, karena dulunya pernah sexually abuse, atau mentally, atau physically abuse, itu juga yang menjadikan mereka karakter yang mereka dapat.

Aku melihat ada orang yang dulu orang tuanya sering marah2, akhirnya anaknya juga gampang marah, atau seperti aku yang orang tuaku sering kali menganggap opini saya tidak ada apa2nya, aku hanyalah seorang anak kecil yang sepertinya tidak akan bertumbuh, yang menjadikan aku karakter yang tidak percaya pada diri sendiri, tidak berani, dan sering takut salah, karena tidak ada kepercayaan diri yang ditanam ke dalam diriku sedari kecil.

Ada juga seseorang, yang tidak bisa aku sebutkan disini, sewaktu kecil seringkali disalahkan oleh orang tuanya ketika adik2nya nakal, atau hilang, seringkali menjadi sasaran kesalahan, sehingga ketika dia dewasa, dia menjadi orang yang sangat amat sensitif, ditegur sedikit, atau diberi pendapat sedikit, langsung merasa dia disalahkan padahal belum tentu begitu, menjadi orang yang tidak mau disalahkan, atau menerima kesalahannya, dan menjadi orang yang tidak bisa menerima pendapat orang lain.

Aku percaya, ketika bayi lahir, dia membawa 15% gen karakter ayah ibunya, dan 70% sikap, didikan, contoh, respond, kasih sayang, perbuatan, dari yang diberikan oleh ayah ibunya, dan 15% adalah pembelajaran kesalahan. ini yang menjadikan seseorang memiliki karakter2 tertentu. Ini menurut aku.

Dan aku sadari, MASA KECIL adalah masa yang paling penting di dalam terciptanya karakter seseorang, karena anak kecil itu polos, di saat itu dia sangat percaya dengan apa kata orang, terutama orang tua, disaat itu juga saat mental terbentuk, di saat itu juga mulai suatu sikap terbentuk, dan di saat2 remajalah mereka mensolidkan karakter tersebut, dibantu dan didukung oleh lingkungan teman2 sekitar, lingkungan sekolah, hormon remaja, dan tentunya perkataan orang tua, yang saat itu belum tentu mau mereka dengarkan lagi 100%. dan saat dewasa lah terbentuk menjadi suatu karakter.

Aku banyak belajar dari apa yang terjadi di masa kecilku, dan aku berjanji aku akan merubah cara aku mendidik anakku, tentunya aku akan menjadikan dia anak yang berani, dan percaya pada dirinya sendiri, aku akan membentuk mental dia, menjadi mental seorang pemenang bahkan maestro, that he/she has own power of themselves that nobody can let him/her down, and you can do anything, mental ini yang aku ga pernah dapatkan dari orang tua.

Ternyata apa yang aku berikan ke anakku, aku juga rasakan dampaknya, ketika aku mencintai dia, dia balik mencintai aku, ketika aku seringkali memeluk dan menciumnya, dia sendiri juga sering memeluk dan mencium, tapi ketika kita "dingin", begitu juga sebaliknya, ketika bisa menghargai sikapnya seperti say thank you to 2 years old girl ketika dia membantu aku mengambilkan tissue yang ada disebelahnya, dia juga sering say thank you untuk hal2 kecil yang aku berikan. Sungguh, ini terjadi sama anakku, karena aku membiasakan untuk menghargai, atau bisa dibilang appreciate dengan apa yang dilakukannya buat aku, seorang anak umur 2 thn juga berlaku sebaliknya ke aku, say thank you ketika aku menyiapkan lunchnya setiap hari, atau sekedar menuangkan juice ke dalam plastic cupnya. Ini salah satu contoh betapa anak kecil bisa mencontoh seseorang, dan menyerap ke dalam otaknya apa yang dilakukan orang tua mereka.

Mental seorang pemenang, yah, ketika aku ajak dia ke maen park, ada satu maenan yang dia takut untuk memanjatnya, dia selalu bilang "mama, can you hold me please?", dan aku berkata "you can do it", berpuluh2 kali aku mengucapkannya, "i know, you can do it", terasa sekali 4 kali aku mengucapkannya, dia mulai melepaskan tanganku pelan2, 10 kali aku mengucapkannya dia melepaskan dengan sangat berani, dan ketika esokan harinya aku mau menggandeng tangannya untuk make sure dia ga akan jatuh, dan dia berkata "mama, i can do it, i can do it" SEE, you know the result, ini yang ditanamkan pada seorang mental anak kecil.

Intinya, aku mulai belajar, setiap kesalahan, setiap kemenangan, setiap kebenaran, itu semua dimulai dari pada saat kita kecil, mental, sikap, karakter, sikap terhadap orang tua, sikap terhadap sekitar, semua ditanam dan diberikan oleh orang tua, bukan hanya didikan, ingat, bukan hanya didikan, tapi sikap orang tua ketika merespond kita, kasih sayang pun terbagi2 lagi adanya, kasih sayang orang tua yang bagaimana yang akan membuat kita menjadi seseorang, tidak semua kasih sayang menjadikan kita seorang yang baik. karakter orang tua dalam menjalani hari2nya juga menjadikan ideal di dalam seorang anak kecil yang hidup bersamanya.

Jadi intinya, berhati2lah dalam memperlakukan seorang anak kecil terutama anak sendiri yang biasanya dikira orang tidak mengerti apa2. Wait a minute, think twice, everything is recorded in their mind, dan itu yang menjadikan mereka seseorang.

Your children is not only need physically thing such as food, or clothes on their body, they also need and this is the most important thing in their life, EMOTIONALLY AND MENTALLY. Karena itu yang akan menjadikannya seseorang. Love them not only outside, but inside which is their HEART.




Embun Pagi

2 comments:

M.Iqbal said...

salam kenal! main ke blog kita donk... :D

http://www.blog.envyoo.com

embunpagi said...

btw, itu blog mengenai apa sih? kok kyk jualan gitu